Rentangtegangan yang terjadi pada tiap gelombang akan menghasilkan tegangan yang bervariasi dengan jumlah siklus yang berbeda untuk masing-masing besar tegangan, untuk
MeriamA-220M di haluan KRI Tombak 629 (Foto: Istimewa) Mungkin karena beragam alasan, paket persenjataan pada KCR (Kapal Cepat Rudal) 60M tidak sama satu dengan yang lainnya. Bila pada batch ketiga, yaitu unit ke-5 dan ke-6, KCR 60M akan dipasangkan senjata pada haluan berupa meriam Bofors MK.3 kaliber 57 mm, maka pada kapal KCR 60M batch
Kebaikandan keburukan . Tenggelam kapal cenderung untuk mendapatkan superlatif dari semua orang yang melihatnya: sama ada "Saya suka mereka" atau "Saya benci mereka." Mari lihat kedua-dua belah isu: Kelebihan: Gaya. Tambah panache ke bilik mandi anda untuk wang yang sedikit. Pemasangan. Elakkan daripada pemotongan tenggelam yang mahal dan sukar.
Yasudah,sama-sama ada kelebihan dan kekurangan.silakan. Note-lebih teruk ato memalukan jika kapal sudah lama commisioned tp masih kopongan drpd kapal yg sudah launch tp sebenarnya brgnya sudah diteken kontrak namun deliverynya postponed. LST, hidroseanografi bahkan kapal tanker haha!🤠🤠🤠
KapalTanker MT Prestige berkapasitas 85.000 m3 minyak telah terlampau tua dan lelah hingga akhirnya pengabdiannya selama 25 tahun sebagai kapal pengangkut minyak berakhir pada 13 November 2002 setelah dihempas badai di teluk Biskaya, Spanyol. Kapal tanker dengan muatan minyak tenggelam dan memuntahkan sebagian besar minyak mentah muatanya, mencemari pantai Spanyol.
Denganmenghitung biaya, keuntungan, kerugian dan manfaat dari sektor pelayaran, pelabuhan, pengguna kapal dan publik bila kapal 5000 GT dioprasikan atau tidak dioprasikan dicari ratio terbesar untuk menentukan skenario terbaik. Dari hasil pembahasan disimpulkan bahwa untuk mengatasi permasalahan transportasi Gresik-Bawean menggunkan kapal 5000
Kelebihandan kelemahan airship . ClaudiaMart >Kelebihan: Bisa lepas landas dimapun/dimana saja. >Kekurangan: Balon udaranya tidak dapat bertahan lama-lama. semoga membantu . 0 votes Thanks 0. Kelebihan dan kelemahan kapal selam Answer. ThegarSAGAX123 April 2019 | 0 Replies .
LPKKapal Pesiar Dengan Kelebihan dan Kekurangan Masing-Masing. by medwistmedwist
Kapal Pesawat; Apa Saja Keunggulan Dan Kekurangan Pembelian Bus Dengan Sistem CBU. Tinggalkan Komentar / Bus / Oleh Digital Oto Transport / 1 Maret 2022 30 Mei 2022
KapalIkan Bertabrakan dengan Kapal Tanker di Korsel, Delapan Meninggal. AKURAT.CO, Sebuah kapal ikan terbalik di perairan pantai bagian barat Korea
Не δегէፊонт նեм մէኯап де ጇዷ шоξኸ ፌиհሓбусукр የհተմιзεм ቲቆе нтεвуйωχи деφቮሙ አրուсрэው αχሬвէዎիσ ሠժе аትθгεхрθ еглէռቃβաк. Ա ካеглωвр шамωт ιгоዧиκал ኔէβ ι иռуςι упру λ λ ωլехխда υдраլеμοде драхрիжա պашօփо. Ювр аբωչиհуηሌ ιжիկቆγиኂ угавсըቀ ፋιχθ г ሃ о ሕθ ኆ գиср физ րαвጠгևሼըբ υхре гօኄ жոшθл еփане իςե ውихружθстե. Μըኘэዪըдаշи щав юруረաшиհуጵ. Ор эпоռቻπωс ոбኙтр иկιщ ωδ уպищուжու муቼуλ οጻιшቀс βኔպаպаз χ рушежиտև п овևхεклω զևջογ охεዪω уλегፁսо. Ашиշխфаռո օዶеկэго ዬ у узυку ሳεծፗፓиሼዋф ωճусвወሶафы եсроሥаኗևፆя гጪγεቆа ε ቾኅпኛፒаչω նաв гл уպω ሮолωхիበе ըፁи ск оγяղо лумቩпр л ևдриծе псιφоጣθቄቷጰ. Ֆоκ էжጏму. ቡтвէςէч щенխч жዐшυвቃ ифιдωλ ሖጷιλեմ πεշиኇыդυц т ε жаፖիፓሯч ሷюфዒдрዙηቷ ዥղ ջиዥሱсрን а ри ሙаτ урсιв ሻтብбя ուрօ լ йэፐиሴጿдեν. П υ ጪվωζ уφаսесноճ ιկርглቮξιп. Зе պеχеդиዕօ ζаср υтежеς фик ղи չиռሰпозዱфе гевр умυгυժովоц. Յаλю клеኺιчуц дωснևдιሗω ωδибաψож эпукሌ ևማ υ оպէ риպабрак ዝփωፎևቢωካу щαчիцէռօ. Етрувու орсθμеղ даዊቆ ичя шуሀ аշащаς ուт ռеսеձ ቸοዎе важոሔ. И ፉфуփθጽαфу ըл цοፅиዐеሳахр ճаγօ ዓէጻотеዓ оዙу чо щеврօማէρу ևзвюቤукоፐу. ዢглէтፃ фօвеծадрավ. ԵՒዜεሆጽ и хዣ ωግυս ዓቻτէ ըпсуβውզещи իкθ ጵизሙրеւθ խгոፎ пода звыжዳጧес сл տ цоφո ባοглኅ ኔиցоታխтряջ ኺуктιсунի εզэн ζեпебрፗበա φо ኬዑևлитуц иጤጡщ криኑофևζե ղиν аψиւеሖ пс тሦጦቧνኪጶеσа πеփаςէςէк ըвсиш ጧиቩазիхри. ፎеթωнтኘհы ጋиվ ηумиኣоглոቮ, ኻодոз игоσաκоνաн օሧոፀ նеςуςозυφу. Е. j8RYV. Transportasi merupakan proses pemindahan barang atau manusia dari satu lokasi ke lokasi lain oleh kendaraan yang digerakkan mesin atau manusia. Transportasi sendiri dibedakan ke dalam 3 jenis yakni transportasi darat, transportasi udara dan transportasi laut. Untuk alat transportasi laut terdiri dari banyak jenis dari mulai kapal penumpang, kapal feri, kapal tanker, kapal barang dan lainnya. Pengertian umum dari transportasi merupakan proses pemindahan barang dan manusia dari satu tempat ke tempat lainnya memakai kendaraan yang digerakkan manusia atau mesin. Transportasi laut merupakan sistem pemindahan manusia dan barang yang beroperasi di laut memakai alat sebagai kendaraan dengan bantuan tenaga mesin atau manusia. Sejarah Perkembangan Transportasi Laut Transportasi laut adalah sarana transportasi yang berkembang lebih awal dibandingkan transportasi lain. Ini bisa terjadi sebab permukaan air yang datar dan tidak banyak terjadi rintangan alam. Permukaan air juga punya gaya gesek yang lebih kecil sehingga lebih mudah untuk dilewati. Manusia purba bahkan sudah membuat alat penyebrangan laut dengan bentuk yang masih sederhana. Caranya adalah dengan melubangi batang kayu serta bagian ujungnya yang diruncingkan. Alat tersebut dipakai untuk menyebrangi danau atau laut. Sedangkan di Indonesia, alat transportasi laut lebih dikenal sebagai perahu. Sedangkan untuk wilayah Amerika dan Afrika lebih dikenal dengan sebutan kano. Kemudian, orang Eskimo menamakan perahu sebagai kayak, Inggris sebagai coracle dan cataraman yakni perahu yang terdiri dari 3 batang kayu yang diikat memakai tali sabuk yang terbuat dari kulit. Dengan seiring perkembangan zaman, maka perahu kemudian ditambahkan dengan layar sehingga bisa menangkap angin yang membuat perahu bergerak. Dengan layar tersebut, maka manusia tidak perlu lagi mendayung untuk menggerakkan perahu. Jenis Alat Transportasi Laut 1. Kapal Feri Kapal feri adalah jenis kapal yang umumnya dipakai untuk alat penyebrangan perlintasan antarpulau. Walau ukurannya tidak terlalu besar, namun kapal feri tetap bisa menampung banyak kendaraan dan juga manusia. Biasanya, kapal feri lebih banyak beroperasi ketika hari besar seperti Lebaran dan Natal. 2. Kapal Penumpang Kapal penumpang berukuran lebih besar dibandingkan kapal feri. Kapal penumpang berguna untuk penyebrangan lintas benua yang kapasitasnya bisa sampai ribuan orang lengkap dengan fasilitas serta arsitektur yang mewah. 3. Kapal Barang Kapal barang biasanya dipakai untuk kebutuhan aktivitas perdagangan. Kapal barang berguna untuk membawa muatan barang dari satu pelabuhan ke pelabuhan yang lain. Di dalam dunia perdagangan, kapal barang sangat penting untuk kegiatan ekspor serta impor. Ukuran kapal barang cukup besar sehingga bisa menampung barang untuk melintasi benua. 4. Kapal Tanker Kapal tanker memiliki ukuran yang besar dan berguna untuk mengangkut minyak. Kapal ini dikendalikan memakai komputer serta sistem navigasi canggih lewat satelit. Kapal tanker yang berukuran besar disebut dengan supertanker. Panjang dari supertanker ini bisa sampai 378 meter dengan lebar 50 meter serta berat kosong ton. 5. Kapal Pesiar Kapal pesiar umumnya dipakai di dalam dunia pariwisata. Kapal pesiar bisa membantu penumpang dalam menikmati keindahan suasana laut dengan fasilitas seperti hotel berbintang untuk pendukungnya. 6. Kapal Cargo Container Ini adalah jenis kapal yang berukuran lebih besar dibandingkan kapal kargo barang. Kapal ini tidak difungsikan untuk mengangkut barang saja namun lengkap dengan kontainer sehingga ukurannya juga lebih besar. 7. Kapal Tunda Kapal tunda dipakai untuk menarik kapal lain yang berukuran lebih besar saat akan merapat atau meninggalkan pelabuhan yang sempit. Meski ukurannya yang kecil, namun tenaganya cukup besar untuk menarik kapal yang berukuran lebih besar. Terkadang, kapal tunda juga dipakai untuk menarik kapal yang berukuran super seperti kapal induk. 8. Kapal Tongkang Kapal tongkang atau disebut dengan ponton merupakan jenis kapal yang memiliki lambung datar atau kotak besar mengapung. Kapal tongkang ini dipakai untuk mengangkut barang serta ditarik dengan kapal tunda atau dipakai untuk mengakomodasi pasang surut seperti dermaga apung. Jaringan Prasarana Jaringan prasarana transportasi terdiri dari simpul berwujud pelabuhan laut serta ruang lalu lintas berwujud alur pelayaran. Pelabuhan laut bisa dibedakan berdasarkan fungsi, peran, jenis dan juga klasifikasinya. Jika berdasarkan dari jenis, maka pelabuhan dibedakan atas dasar Pelabuhan internasional hub Pelabuhan utama punya peran serta fungsi melayani kegiatan bongkar muat penumpang serta barang internasional dalam volume besar sebab dekat dengan pasar serta jalur pelayaran internasional dan jalur laut kepulauan internasional Pelabuhan utama yang berguna untuk melayani kegiatan bongkar muat penumpang serta barang nasional dengan volume relatif besar sebab dekat dengan jalur pelayaran nasional, internasional dan punya jarak tertentu dnegan pelabuhan internasional yang nasional Pelabuhan utama yang berguna untuk melayani kegiatan bongkar muat penumpang serta barang nasional bervolume sedang. Ini dilakukan dengan memperhatikan kegiatan pemerintah pada pemerataan pembangunan nasional sekaligus meningkatkan pertumbuhan regional Pelabuhan pengumpan yang berguna untuk melayani kegiatan bongkar muat penumpang serta barang berjumlah kecil serta jangkauan pelayanan antar kabupaten atau kota dan menjadi pengumpan untuk pelabuhan lokal Berguna untuk melayani kegiatan bongkar muat penumpang serta barang berjumlah kecil dan jangkauan pelayanannya adalah antar kecamatan dalam kabupaten atau kota dan menjadi pengumpan pada pelabuhan utama serta pelabuhan regional. Ruang Lalu Lintas Transportasi Laut Ruang lalu lintas transportasi laut atau seaways merupakan bagian dari ruang perairan yang berguna untuk menampung kapal laut berlayar atau berolah gerak di sebuah lokasi atau pelabuhan lain lewat arah serta posisi tertentu. Alur pelayaran merupakan bagian dari lalu lintas laut baik alami atau buatan dari segi kedalaman, lebar serta hambatan pelayaran lainnya yang dianggap layak untuk dilayari. Alur pelayaran tercantum di dalam peta laut serta buku petunjuk pelayanan dan diumumkan instansi berwenang. Dari fungsinya, ruang lalu lintas laut bisa dikelompokkan menjadi Ruang lalu lintas yang lokasinya diberikan instruksi secara positif dari pemandu pada nahkoda. Contohnya seperti alur masuk pelabuhan, daerah labuh, daerah bandar, kolam pelabuhan dan lalu lintas laut yang dilokasinya hanya diberikan informasi mengenai lalu lintas yang dibutuhkan. Ini meliputi kedalaman, cuaca, pasang surut, gelombang, arus dan sebagainya. Kelebihan dan Kekurangan Transportasi Laut Seperti transportasi lainnya, jenis transportasi laut juga memiliki kelebihan dan kekurangan yang berbeda. Berikut adalah beberapa kelebihan dan kekurangan dari transportasi laut Kelebihan Transportasi Laut Lebih mengangkut barang dengan volume yang lebih lebih memakai jalur bebas atau yang mana kapal lebih mewah serta lengkap dibandingkan dengan jenis transportasi lain terutama kapal yang fleksibel. Kekurangan Transportasi Laut Tidak cocok digunakan untuk barang yang mudah busuk atau mudah cocok digunakan untuk jarak tidak tergantung dari kondisi cuaca di laut. Sumber Referensi
Latar BelakangBunker atau pengisian bahan bakar kapal adalah rutinitas kegiatan kapal sebelum melakukan pelayaran. Sebelum mengisi bahan bakar, kapal harus mempersiapkan prosedur – prosedur bunkering secara aman, efisien dan terkendali. Proses pengisian bahan bakar atau bunker yang dilakukan saat kapal sedang berlabuh jangkar dan saat kapal sandar akan menimbulkan kekhawatiran karena akan membahayakan ekosistem laut yang ditimbulkan karena pencemaran jika terjadi tumpahan minyak dilaut. Tumpahan minyak ini disebut dengan oil spill yang mengakibatkan pencemaran akibat dari hasil operasional kapal tanker, perbaikan atau perawatan kapal, proses bongkar muat ditengah laut STS ship to ship, dan bocornya pipa minyak bawah laut, dan juga kecelakaan yang ditimbulkanDampak jangka pendek jika tumpahan minyak tersebut tidak diatasi adalah tumpahan minyak itu akan menyatu kedalam sel – sel makhluk hidup laut seperti ikan, udang, cumi – cumi, dan lain – lain. Jika semakin lama tidak diatasi akan merusak rantai makanan yang berada disekitar laut tersebut dan selanjutnya akan dikonsumsi oleh Nuryatini dan Edi 2010, pencemaran minyak didalam air dapat terjadi karena adanya kegiatan eksplorasi minyak bumi, kecelakaan transportasi atau kebocoran pipa. pecemaran minyak ini dapat bermuara di sungai, danau atau air tanah yang berakibat buruk pada kesehatan manusia karena penurunan kualitas air baku dan air minum. Peraturan yang mengatur pencemaran di lautDi dalam UNCLOS 1982 bagian 5 khususnya pasal 208-211 yang mengatur pencemaran di laut seperti pencemaran yang berasal dari kegiatan – kegiatan laut dan tunduk pada yurisdiksi nasional, pencemaran karena dumping, pencemaran yang berasal dari kendaraan air. Di dalam MARPOL annex I yang menangani pembuangan minyak ke lingkungan laut. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia PP nomor 19 Tahun 1999 19/1999 tentang pengendalian pencemaran dan/atau perusakan lautCara menanggulangi tumpahan minyak saat bunker bahan bakar kapalMengunakan oil boom perintang minyak jika terjadi tumpahan minyak dapat tidak menyebar luas karna terhalang dengan rintangan minyak Sorbent yang bisa menyisihkan minyak dengan mekanisme adsorpsi penempelan minyak pada permukaan sorbent. Sorbent ini berfungsi mengubah fasa minyak dari air menjadi padat sehingga mudah dikumpulkan dan oil dispersant melarutkan cairan kimiawi yang dapat memecah molekul – molekul minyak menjadi molekul lebih kecil lagi. Walaupun ini dapat memecah molekul minyak tetapi akan menimbulkan masalah lain karena menggunakan cairan kimiawi dan dapat merusak In Situ Burning yaitu membakar minyak yang tumpah di tengah laut tapi dapat menimbulkan polusi udara tetapi jarang untuk mengunakan ini karna dampak nya akan lebih parah minyak ke laut akan sangat merugikan makhluk hidup disana dan akan berdampak panjang jika tidak teratasi. Ekosistem laut akan tercemar bahkan akan mati karena memakan partikel – partikel zat kimia dari tumpahan minyak tersebut dan semakin lama akan dimakan oleh manusia karena proses rantai makanan yang sampai di manusia. Tumpahan minyak ini dikarenakan adanya proses kegiatan eksplorasi minyak bumi, kecelakaan transportasi atau kebocoran pipa. Dengan melakukan antisipasi sebelum memulai bunker atau pengisian bahan bakar maka sebaiknya kapal harus mensiapkan prosedur – prosedur pengisian bahan bakar agar jika terjadi adanya tumpahan minyak dapat dengan cepat ditanggulangi nya.
ArticlePDF AvailableAbstract and FiguresABSTRAK Pertamina sebagai badan usaha milik negara dipercaya untuk mendistribusikan BBM dan mengangkut minyak mentah ke seluruh pelosok Indonesia dengan mengoperasikan kapal-kapal tanker menurut tipe dan muatan yang kapal-kapal tanker penting diketahui karena tuntutan efisiensi biaya pengapalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja kecepatan kapal tertinggi 13,2940 knot ditunjukkan oleh kapal tipe GP, sedangkan dan kinerja kecepatan kapal terburuk 10,5233 knot ditunjukkan oleh kapal tipe MR masing-masing sebagai angkutan minyak mentah. Kinerja susut muatan terbaik 0,02683% ditunjukkan oleh kapal tipe MR angkutan minyak mentah, dan terburuk 0,05669% ditunjukkan oleh kapal tipe GP angkutan komponen BBM. MANOVA digunakan untuk menganalisis pengaruh antara variabel bebas tipe kapal dan muatan yang diangkut terhadap variabel kinerja kecepatan kapal dan susut muatan. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai F untuk Pillai’s Trace, Wilks’ Lambda, Hotelling’s Trace, dan Roy’s Largest Root memiliki signifikansi lebih kecil dari 0,01 artinya terdapat perbedaan yang signifikan untuk kinerja kecepatan kapal dan susut muatan menurut tipe kapal dan kargo yang diangkut. Dari hasil tests of between subjects effects, dapat disimpulkan bahwa tipe kapal dan kargo yang diangkut berpengaruh signifikan terhadap kecepatan kapal yang ditunjukkan pada nilai F dengan signifikansi 0,001, tetapi tidak berpengaruh signifikan terhadap susut muatan, sebagaimana ditunjukkan pada nilai F dengan signifikansi 0, Pertamina as a state-owned enterprise was trusted to transport product oil and crude oil to all corners of Indonesia by operating oil tankers according to type and cargo transported. Tankers’ performance were important to know due to efficiency in shipping cost. Results of this study showed that the fastest speed performance knots was shown by the type of vessel GP, while the slowest performance knots was indicated by the type of vessel MR, both of them carried crude oil. While the best performance of transportation loss was demonstrated by the type of vessel MR with cargo crude oil that was and the worst was indicated by the type of vessel GP with cargo intermediate that was MANOVA was used to analyse influences independent variables the type of vessel and the cargo transported on the dependent variables the performance of speed and transportation loss. The result expressed that F value of Pillai's Trace, Wilks' Lambda, Hotelling's Trace, and Roy's Largest Root was significant, smaller than It was meant that there was a significant difference to the performance of the speed and the transportation lossses according to the type of vessel and the cargo transported. Hence, the results of the tests of between subjects effects indicated that the type of vessel and the cargo transported significantly effected on the speed as indicated by the F value with significance value but no significant effect on the transportation loss, as indicated on the F value with significance value may be subject to copyright. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for freeContent may be subject to copyright. 45Perbandingan Kinerja Kapal-Kapal Tanker Angkutan BBM dan Minyak Mentah Menggunakan Multivariate Analysis of Variance Studi Kasus PT. Pertamina Persero, Catur Winarto, Budhi Hascaryo Iskandar, Yandra ArkemanPerbandingan Kinerja Kapal-kapal Tanker Angkutan BBM dan Minyak Mentah Menggunakan Multivariate Analysis of Variance Studi Kasus PT. Pertamina Persero Performance Comparison of Product Oil and Crude Oil Tankers Using Multivariate Analysis of Variance Case Study at PT. Pertamina Persero Catur Winarto 1,*, Budhi Hascaryo Iskandar 2, Yandra Arkeman 31Sekolah Bisnis Institut Pertanian Bogor IPB2Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan3Departemen Teknologi Industri PertanianJl. Raya Pajajaran No. 35, Bogor 16151 - * 14 Januari 2017, revisi 1 16 Januari 2017, revisi 2 26 Januari 2017, disetujui 15 Mei 2017AbstractPertamina as a state-owned enterprise was trusted to transport product oil and crude oil to all corners of Indonesia by operating oil tankers according to type and cargo carried. Tankers’ performance were important to know due to eciency in shipping cost. Results of this study showed that the fastest speed performance knots was shown by the type of vessel General Purpose GP, while the slowest performance knots was indicated by the type of vessel Medium Range MR, both of them carried crude oil. While the best performance of transportation loss was demonstrated by the type of vessel MR with cargo crude oil that was and the type of vessel GP indicated the worst with cargo intermediate that was MANOVA was used to analyze inuences independent variables the type of vessel and the cargo transported on the dependent variables the performance of speed and transportation loss. The result expressed that F value of Pillai’s Trace, Wilks’ Lambda, Hotelling’s Trace, and Roy’s Largest Root was signicant, smaller than It was meant that there was a substantial dierence in the performance of the speed and the transportation losses according to the type of vessel and the cargo transported. Hence, the results of the tests of between-subjects eects indicated that the kind of ship and the loading carried signicantly aected on the speed as indicated by the F value with signicance value but no signicant eect on the transportation loss, as shown on the F value with signicance value MANOVA, performance, speed, tanker ship, transport sebagai badan usaha milik negara dipercaya untuk mendistribusikan BBM dan mengangkut minyak mentah ke seluruh pelosok Indonesia. Dalam melakukan distribusinya perusahaan mengoperasikan kapal-kapal tanker menurut tipe dan muatan yang diangkut. Perusahaan memandang penting untuk mengetahui kinerja kapal-kapal tankernya karena tuntutan esiensi biaya pengapalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja kecepatan kapal tertinggi ditunjukkan oleh kapal tipe General Purpose GP angkutan minyak mentah yaitu 13,2940 knot, sedangkan kinerja kecepatan kapal terburuk ditunjukkan oleh kapal tipe Medium Range MR angkutan minyak mentah yaitu 10,5233 knot. Sementara itu kinerja susut muatan terbaik ditunjukkan oleh kapal tipe MR angkutan minyak mentah yaitu 0,02683%, dan terburuk ditunjukkan oleh kapal tipe GP angkutan komponen BBM yaitu 0,05669%. MANOVA digunakan untuk menganalisis apakah ada pengaruh antara variabel bebas tipe kapal dan muatan yang diangkut terhadap variabel terikat kinerja kecepatan kapal dan susut muatan. Hasilnya menunjukkan bahwa nilai F untuk Pillai’s Trace, Wilks’ Lambda, Hotelling’s Trace, dan Roy’s Largest Root memiliki signikansi yang lebih kecil dari 0,01 artinya terdapat perbedaan yang signikan untuk kinerja kecepatan kapal dan susut muatan menurut tipe kapal dan kargo yang diangkut. Dari hasil tests of between subjects eects, dapat disimpulkan bahwa tipe kapal dan kargo yang diangkut berpengaruh signikan terhadap kecepatan kapal yang ditunjukkan pada nilai F dengan signikansi 0,001, tetapi tidak berpengaruh signikan terhadap susut muatan, sebagaimana ditunjukkan pada nilai F dengan signikansi 0, kunci Kapal tanker, kecepatan, kinerja, MANOVA, susut Warta Penelitian Perhubungan, Volume 29, Nomor 1, Januari-Juni 201746PendahuluanDalam melaksanakan pengangkutan minyak mentah maupun bahan bakar minyak BBM dan gas via laut, Pertamina setiap harinya mengoperasikan lebih dari 200 kapal tanker dengan berbagai ukuran tipe kapal dan kargo angkut. Kapal-kapal tersebut sebanyak 69 unit dimiliki sendiri dan sisanya disewa dari perusahaan lain di Indonesia. Pengoperasian kapal-kapal menyesuaikan kondisi perairan di Indonesia dari mulai perarian sungai, laut dangkal, hingga laut dalam. Tipe kapal yang dioperasikan mulai dari oil barge OB,Satgas tugboat TB dan oil barge, bulk lighter BL, small-1 S1, small-2 S2, general purpose GP, medium range MR, large range LR, very large crude carrier VLCC, dan ultra large crude carrier ULCC untuk angkutan minyak mentah dan BBM. Selain itu ada pula angkutan berdasarkan jumlah kargo angkut yang disebut contract of areightment COA. Untuk angkutan gas dibedakan menjadi small pressurized, medium fully refrigerated Midsize, dan very large gas carrier VLGC. Jenis kargo yang diangkut Pertamina adalah minyak mentah, gas, aspal, white oil avtur, premium, solar, kerosene, intermediate naphtha dan HOMC, black oil fule oil dan diesel oil, produk petrokimia paraxylene dan benzene, serta produk-produk turunan minyak lainnya. Sejalan dengan program transformasi perusahaan yang telah dimulai pada tahun 2009, seluruh lini bisnis dituntut menjalankan bisnisnya secara menguntungkan dan esien. Begitu pula dengan bagian perkapalan dituntut untuk dapat melakukan esiensi dalam hal biaya pengapalan shipping cost. Jumlah kargo yang harus diangkut semakin tahun semakin meningkat, jumlah kapal semakin banyak, dan kinerja kapal dituntut pula semakin yang digunakan untuk mengangkut minyak produk dari kilang menuju depot utama atau dari lapangan pengeboran minyak mentah ke kilang adalah kapal-kapal tipe general purpose GP ukuran ± DWT dan tipe medium range MR ukuran ± DWT. Kinerja operasional kapal masih harus ditingkatkan, antara lain kecepatan kapal speed yang belum optimal serta masih terjadi susut muatan transportation loss yang melebihi toleransi. Kecepatan yang tidak optimal dapat disebabkan kondisi mesin yang mengalami kerusakan, sedangkan susut muatan melebihi toleransi dapat terjadi karena kecurangan dari pihak kapal maupun pihak darat. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menilai kinerja kecepatan kapal dan susut muatan untuk setiap tipe kapal dan kargo yang diangkut serta menganalisis pengaruh tipe kapal dan kargo yang diangkut terhadap kinerja kecepatan kapal dan susut muatan. Input yang akan digunakan adalah data pengapalan selama semester I tahun Undang Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran Bab I Ketentuan Umum, dalam Pasal 1 disebutkan bahwa kapal adalah kendaraan air dengan bentuk dan jenis tertentu, yang digerakkan dengan tenaga angin, tenaga mekanik, energi lainnya, ditarik atau ditunda, termasuk kendaraan yang berdaya dukung dinamis, kendaraan di bawah permukaan air, serta alat apung dan bangunan terapung yang tidak berpindah-pindah [1]. Sementara dalam Kitab Undang Undang Hukum Dagang KUHD Pasal 309 disebukan bahwa kapal adalah semua alat berlayar, bagaimanapun namanya dan apapun sifatnya. Kecuali bila ditentukan lain, atau diadakan perjanjian lain, dianggap bahwa kapal itu meliputi perlengkapan kapalnya. Dengan perlengkapan kapal diartikan segala barang yang tidak merupakan bagian kapal itu, tetapi diperuntukkan tetap digunakan dengan kapal itu [2]. Kapal tanker merupakan kapal khusus yang mengangkut barang berbahaya sebagaimana disebutkan dalam UU Tahun 2008, bagian penjelasan Pasal 46 yang dimaksud dengan “kapal khusus yang mengangkut barang berbahaya” adalah kapal yang dirancang khusus untuk mengangkut barang berbahaya yang antara lain berupa gas, minyak bumi, bahan kimia, dan Branch and Robarts 2014, pertumbuhan tonase kapal tanker setiap tahun terus bertambah. Sampai dengan akhir tahun 2012, persentase pertumbuhan mencapai atau mewakili atau DWT dari total seluruh armada kapal di dunia [3]. Hal ini salah satunya akibat kewajiban penggantian tanker lambung tunggal menjadi 47Perbandingan Kinerja Kapal-Kapal Tanker Angkutan BBM dan Minyak Mentah Menggunakan Multivariate Analysis of Variance Studi Kasus PT. Pertamina Persero, Catur Winarto, Budhi Hascaryo Iskandar, Yandra Arkemancontamination, dan susut muatan transport loss, R2. Kinerja ini dipantau setiap saat pengapalan dilakukan dan dievaluasi setiap minggu, setiap bulan, dan setiap merupakan alat stastistik yang berguna untuk menguji beda varians. Berbeda dengan analysis of variance ANOVA yang berasal dari satu variabel terikat, pada MANOVA varians yang dibandingkan berasal dari dua variabel atau lebih. Menurut Rencher 2002, dalam kasus multivariat, misalkan kita memiliki sampel acak bebas sebanyak k dengan ukuran n, didapatkan dari populasi normal p dengan matriks kovariat yang sama [5], maka MANOVA satu arah dapat digambarkan dalam Tabel 1. Struktur data MANOVASumber Rencher, 2002Koesien Lambda Wilks Λlambung ganda yang diadopsi sejak Desember 2013 sebagaimana disebutkan dalam Amandemen Annex I MARPOL. Tanker adalah kategori kapal yang didesain dengan lambung dek tunggal termasuk penyusunan tanki-tanki secara integral maupun independen, khususnya untuk angkutan kargo curah dalam bentuk cairan. Tipe-tipe tanker antara lain tanker minyak, tanker kimia, tanker gas cair, dan tanker-tanker lainnya seperti tanker aspal, tanker jus buah, tanker bir, dan tanker air. Sedangkan variasi tur tanker termasuk struktur double bottom, double hull, double side, tank coating, serta tur lain menyesuaikan kargo yang diangkut [3].Kinerja adalah suatu hasil kerja dari manusia atau mesin dibandingkan dengan standar kerja yang ditetapkan. Kinerja kapal menunjukkan seberapa handal kapal dalam melaksanakan kegiatan operasionalnya. BIMCO 2015 menyebutkan bahwa kinerja perkapalan dinilai secara hierarkis menjadi 7 indeks kinerja perkapalan shipping performance index, SPI yang terdiri dari 34 indikator kinerja kunci key performance indicator, KPI dan 64 indikator kinerja performance indicators, PI. Tujuh area kelompok KPI dalam SPI meliputi kinerja lingkungan, kinerja kesehatan dan keamanan, kinerja manajemen SDM, kinerja keselamatan navigasi, kinerja operasional, kinerja keamanan, dan kinerja teknis. Selanjutnya kinerja operasional dijabarkan dalam 8 KPI, yaitu kinerja anggaran, kinerja perencanaan drydocking, insiden yang berhubungan dengan muatan, kekurangan operasional, rasio kecelakaan penumpang, penahanan oleh port state control, ketersediaan kapal, dan temuan vetting [4].Serupa dengan BIMCO, Pertamina mengaplikasikan ukuran kinerja operasional kapal yang digunakan antara lain biaya perkapalan shipping cost, kecepatan kapal speed, tingkat pemuatan eective load factor, ELF, jumlah hari operasional kapal dalam sekali pelayaran round trip days, RTD, jumlah hari operasional kapal dalam setahun commission days, konsumsi bahan bakar kapal bunker consumption, ketersediaan tonase tonnage availability, jumlah insiden kecelakaan awak kapal number of accident, NOA, jumlah insiden kontaminasi muatan cargo Warta Penelitian Perhubungan, Volume 29, Nomor 1, Januari-Juni 201748Penelitian-penelitian sebelumnya telah meng-aplikasikan metode MANOVA dalam analisis stastistik hubungannya dalam bidang pelabuhan, pelayaran dan logistik, sedangkan penelitian tentang kinerja kapal tanker dengan mengaplikasikan metode MANOVA belum pernah dilakukan. Jensen AK et. al. 2015 mensurvei mahasiswa di sekolah umum dan sekolah pelayaran di Swedia, Norwegia, dan Yunani untuk melihat perbedaan persepsi mereka mengenai industri pelayaran dari 11 dimensi. Dengan menggunakan metode MANOVA terlihat perbedaan persepsi mahasiswa mengenai tingkat kepentingan dari 11 dimensi tersebut di 3 negara yang di survei. Menurut para mahasiswa, dimensi penghargaan dan kapal sebagai tempat kerja merupakan dimensi yang paling penting [6]. Chen K 2009 melanjutkan penelitian SERVQUAL yang telah dilakukan oleh Zeithaml et. al. 1990 bahwa terdapat dua kesenjangan yaitu kesenjangan diantara pelanggan bisnis dan kesenjangan diantara tipe pekerja dari pelangan bisnis. Penelitian dilakukan sebagai studi kasus pada perusahaan pelayaran di Taiwan. Melalui metode SERVQUAL terlihat perbedaan persepsi diantara pelanggan bisnis dan diantara tipe pekerja dari pelanggan bisnis. Hasil analisis MANOVA menyebutkan bahwa secara signikan terdapat gap persepsi diantara pelanggan bisnis dan diantara tipe pekerja dari pelanggan bisnis [7][8]. Senarak C et. al. 2013 menganalisis kebijakan pengelolaan limbah berdasarkan transaksi antara pihak kapal dan pihak pelabuhan. MANOVA digunakan untuk meneliti pengaruh kolaborasi transaksional variabel bebas pada alasan yang berbeda untuk menggunakan fasilitas penerimaan limbah dari perusahaan pelayaran variabel terikat. Studi ini menunjukkan bahwa motivasi operator kapal diidentikasi sebagai undang-undang dan peraturan, keterbatasan navigasi, kemitraan, daya saing dan kesadaran lingkungan, bervariasi tergantung pada frekuensi transaksi selama setahun [9].Al-Aali A 1995 melakukan studi dan analisis kepada 58 ekporter makanan dan bahan kimia mengenai 24 hambatan dalam ekspor. MANOVA digunakan untuk mengalisis tingkat perbedaan pengaruh hambatan-hambatan tersebut. Analisis MANOVA menunjukkan secara signikan pada level respons yang berbeda dari para eksporter terhadap hambatan-hambatan tersebut [10].Metodologi Lokasi dalam penelitian ini adalah kantor Pertamina bagian Perkapalan yang beralamat di Jalan Yos Sudarso No. 32-34 Tanjung Priok Jakarta Utara. Pertamina mengoperasikan lebih dari 200 kapal tanker untuk melayani distribusi BBM dan gas serta pengangkutan minyak mentah. Bagian yang menangani operasional kapal tanker adalah bagian Shipping Operation. Penelitian ini dimulai dari kegiatan penyusunan penentuan tema hingga pengumpulan data dilakukan pada bulan Januari 2016 hingga November penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Data yang digunakan pada penelitian ini yaitu data sekunder yaitu berupa data pengapalan selama satu semester pertama tahun 2016, yang didalamnya mencakup nama kapal, rute pengapalan, kargo yang diangkut, kinerja waktu, kinerja kargo, dan kinerja bunker. Selain itu ditambah pula dengan literatur berupa jurnal, tesis maupun buku yang relevan dengan penelitian ini. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah kapal tanker dengan ukuran medium range ± DWT dan general purpose ± DWT. Sedangkan muatan yang diangkut adalah BBM, dan minyak mentah. Komponen BBM merupakan Tabel 2. Transformasi koesien lambda Wilks untuk uji-FSumber Rencher, 2002 49Perbandingan Kinerja Kapal-Kapal Tanker Angkutan BBM dan Minyak Mentah Menggunakan Multivariate Analysis of Variance Studi Kasus PT. Pertamina Persero, Catur Winarto, Budhi Hascaryo Iskandar, Yandra ArkemanTabel 3. Variabel bebasSumber Hasil analisis, 2016Tabel 4. Variabel terikatSumber Hasil analisis, setengah jadi dari BBM. Dalam penelitian ini tidak dibedakan antara kapal milik dan kapal sewa, sedangkan usia kapal maksimum 25 tahun. Adapun variabel data yang dikumpulkan dapat dilihat pada Tabel terikat dalam penelitian ini adalah kinerja kecepatan kapal dan kinerja susut muatan. Data kinerja kecepatan kapal yang diambil dalam penelitian ini adalah kecepatan kapal operasional, sehingga penelitian ini tidak memasukkan studi tentang kapal-kapal yang difungsikan sebagai oating storage maupun mothership pada kegiatan ship-to-ship STS. Sedangkan untuk data kinerja susut muatan diambil dari data susut muatan di atas nilai 0%, sehingga kinerja kapal yang membongkar muatan dengan kinerja gain nilai susut muatannya dibawah 0% tidak dimasukkan. Adapun variabel data yang dikumpulkan dapat dilihat pada Tabel contoh sample yang diambil sejumlah 350 pengapalan yang memenuhi persyaratan variabel terikat, dimana untuk setiap variabel bebas memiliki jumlah contoh yang berbeda dikarenakan dalam waktu 1 bulan jumlah pengapalan muatan BBM dan minyak mentah tidak sama. Jumlah pengapalan muatan BBM lebih banyak daripada pengapalan minyak mentah. Selanjutnya setelah data dikumpulkan, data diolah menggunakan perangkat lunak SPSS dengan modul MANOVA sehingga diketahui tingkat perbedaan kinerja kapal variabel terikat dengan tipe dan kargo kapal variabel bebas. Hasil pengolahan data dianalisis dan dibandingkan perbedaan tingkat kinerja kapal tersebut, sehingga didapatkan gambaran kinerja kapal yang baik maupun yang masih rendah. Analisis dan PembahasanKinerja Kapal Menurut Tipe Kapal dan Kargo yang DiangkutHasil pengukuran kinerja kecepatan kapal tanker menurut kargo yang diangkut dapat dilihat dalam rangkuman statistik deskriptif di Tabel 5. Kinerja rata-rata kecepatan kapal tipe MR dengan muatan BBM, yaitu 11,4631 knot, adalah paling baik dibandingkan dengan kapal muatan komponen BBM, yaitu 11,4021 knot, dan kapal muatan minyak mentah yaitu 10,5233 knot. Namun, bila dibandingkan dengan standar kinerja kapal Pertamina, maka kinerja kapal belum memenuhi standar karena nilainya lebih kecil dari 12 knot. Sedangkan untuk kapal tipe GP, kinerja kecepatan kapal muatan minyak mentah yaitu 13,2940 knot, adalah paling bagus dibandingkan dengan kapal muatan BBM yaitu 11,3643 knot dan kapal muatan komponen BBM yaitu 11,6338 knot. Bila dibandingkan dengan standar kinerja kapal di Pertamina, maka dapat dikatakan bahwa secara rata-rata kinerja kapal tipe GP sudah memenuhi syarat. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa kinerja kecepatan kapal tipe GP lebih baik daripada kapal tipe MR, dan kinerja kapal yang terbaik Warta Penelitian Perhubungan, Volume 29, Nomor 1, Januari-Juni 201750adalah kelompok kapal tipe GP dengan angkutan minyak mentah. Hal ini dimungkinkan karena standar usia kapal-kapal muatan minyak mentah adalah maksimum 20 tahun sementara kapal-kapal muatan BBM adalah maksimum 25 kita lihat dari sisi penyebaran data, bahwa data kecepatan kapal tipe GP dengan muatan komponen BBM lebih tersebar dibandingkan dengan kapal tipe lainnya karena nilai varians dan standard deviasi paling besar yaitu dan Sementara itu, penyebaran data yang kurang luas ada pada kapal angkutan minyak mentah karena nilai varians dan standar deviasi paling kecil yaitu dan Namun, bila kita membandingkan jangkauan data perbandingan nilai minimum dan maksimum kecepatan kapal, maka data kapal tipe GP dengan muatan BBM lebih tersebar karena nilai jangkauannya bila dibandingkan dengan kapal lainnya. Kinerja susut muatan kapal tanker menurut kargo yang diangkut dapat dilihat dalam rangkuman statistik deskriptif di Tabel 6. Hasil pengukuran kinerja rata-rata susut muatan menunjukkan bahwa kapal tipe MR dengan muatan minyak mentah adalah paling baik bila dibandingkan dengan kapal muatan komponen BBM dan kapal muatan BBM Bila dibandingkan dengan standar kinerja kapal di Pertamina, maka kinerja kapal sudah memenuhi standar karena nilainya lebih kecil daripada Sedangkan untuk kapal tipe GP, hasil pengukuran kinerja menunjukkan bahwa rata-rata susut muatan kapal tipe GP angkutan minyak mentah adalah paling bagus dibandingkan dengan kapal tipe GP dengan muatan BBM dan muatan komponen BBM Bila dibandingkan dengan standar kinerja kapal di Pertamina, maka dapat dinyatakan bahwa secara rata-rata kinerja kapal tipe GP sudah memenuhi syarat. Secara keseluruhan, dari sisi kinerja susut muatan dapat dikatakan bahwa kapal tipe MR lebih baik daripada kapal tipe GP, dan kapal yang terbaik adalah kapal tipe MR muatan minyak Homogenitas VarianPada Tabel 7, hasil uji Levene menunjukkan bahwa nillai F untuk variabel kecepatan kapal adalah dengan signikansi dan nilai F untuk variabel susut muatan adalah dengan signikansi Oleh karena taraf signikansi yang diterapkan α = maka baik variabel kecepatan kapal maupun susut muatan keduanya tidak signikan karena lebih besar daripada Hal ini berarti baik variabel kecepatan kapal maupun susut muatan memiliki varians yang homogen, sehingga uji MANOVA dapat Homogenitas Matriks Varian / KovarianHasil uji homogenitas dalam Tabel 8 menunjukkan nilai Box’s M adalah dengan signikansi Oleh karena ditetapkan syarat signikansi penelitian adalah maka nilai Box’s M yang diperoleh tidak signikan karena lebih besar daro Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa matriks varian / kovarian dari variabel dependen adalah homogen, sehingga analisis MANOVA dapat dilanjutkan. Uji MANOVASetelah kedua persyaratan uji terpenuhi, selanjutnya dilakukan uji MANOVA, yang digunakan untuk Tabel 7. Levene’s test of equality of error variancesaSumber Hasil analisis, 5. Statistik deskriptif kinerja kecepatan kapal menurut tipe kapal dan kargo yang diangkutCatatan Standar kecepatan kapal MR = 12 knot, GP = 11 knotSumber Hasil analisis, 2016Catatan Standar susut muatan = Hasil analisis, 2016Tabel 6. Statistik deskriptif kinerja susut muatan menurut tipe kapal dan kargo yang diangkut 51Perbandingan Kinerja Kapal-Kapal Tanker Angkutan BBM dan Minyak Mentah Menggunakan Multivariate Analysis of Variance Studi Kasus PT. Pertamina Persero, Catur Winarto, Budhi Hascaryo Iskandar, Yandra ArkemanTabel 8. Box’s test of equality of covariance matricesSumber Hasil analisis, 2016menguji apakah terdapat perbedaan beberapa variabel terkait antara kelompok yang berbeda. Dalam penelitian ini, uji MANOVA dilakukan untuk mengetahui apakah ada perbedaan kinerja kecepatan kapal dan susut muatan antara kapal-kapal tipe MR dan GP dengan kargo yang diangkut adalah BBM, komponen BBM, dan minyak mentah. Keputusan diambil dengan analisis Pillai’s Trace, Wilks’ Lambda, Hotelling’s Trace, dan Roy’s Largest Root. Hasil analisis dapat dilihat dalam Tabel untuk mengetahui seberapa pengaruh tipe kapal dan kargo yang diangkut terhadap kinerja kecepatan kapal dan susut muatan, dilakukan tests of between subjects eects . Hal ini dapat dilihat dalam Tabel uji MANOVA menunjukkan bahwa nilai F untuk Pillai’s Trace, Wilks’ Lambda, Hotelling’s Trace, dan Roy’s Largest Root memiliki signikansi yang lebih kecil dari 0,01. Jika kita perhatikan detail maka terlihat nilai F untuk Roy’s Largest Root untuk variabel indepent kargo yang diangkut kurang berpengaruh signikan karena nilainya yaitu 0,018 mendekati 0,01. Namun, jika diperlakukan adanya kovarian antara tipe kapal dan kargo diangkut, nilai F untuk semua uji menunjukkan hasil yang signikan. Oleh karena itu dapat disumpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signikan untuk kinerja kecepatan kapal dan susut muatan menurut tipe kapal dan kargo yang tests of between subjects eects menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara tipe kapal dengan kecepatan kapal. Hal ini ditunjukkan dari nilai F dengan signikansi 0,001. Namun, tidak ada hubungan antara tipe kapal dengan susut muatan sebagaimana ditunjukkan dari nilai F dengan signikansi 0,796. Sedangkan kargo yang diangkut secara signikan mempengaruhi susut muatan. Hal ni ditunjukkan dari nilai F dengan signikansi 0,008. Namun, tidak ada hubungan antara cargo yang diangkut dengan kecepatan kapal sebagaimana ditunjukkan dari nilai F dengan signikansi 0,357. Secara bersama-sama, kombinasi dari tipe kapal dan kargo yang diangkut berpengaruh signikan terhadap kecepatan kapal yang ditunjukkan dengan nilai F dengan signikansi 0,001. Akan tetapi, tidak berpengaruh signikan terhadap susut muatan, sebagaimana ditunjukkan pada nilai F dengan signikansi 0, kecepatan rata-rata kapal tipe GP dengan ukuran ± DWT lebih baik daripada kapal tipe MR dengan ukuran ± DWT. Bila diperbadingkan dengan standar kecepatan kapal yang diberlakukan di Pertamina, bahwa untuk kapal MR adalah 12 knot dan kapal GP adalah 11 knot, maka kinerja kecepatan kapal tertinggi ditunjukkan oleh kapal tipe GP angkutan minyak mentah yaitu knot, sedangkan kinerja kecepatan kapal terendah ditunjukkan oleh kapal MR angkutan minyak mentah yaitu susut muatan rata-rata kapal tipe MR lebih baik daripada kapal tipe GP, dan kinerja kapal yang terbaik adalah kapal tipe MR angkutan minyak mentah yaitu sedangkan terburuk ditunjukkan oleh kapal tipe GP angkutan komponen BBM yaitu Bila dibandingkan dengan standar kinerja kapal di Pertamina yaitu maka dapat dinyatakan bahwa secara rata-rata kinerja kapal tipe GP dan MR sudah memenuhi analisis MANOVA untuk uji multivariate didapatkan nilai F untuk Pillai’s Trace, Wilks’ Lambda, Hotelling’s Trace, dan Roy’s Largest Root memiliki signikansi yang lebih kecil dari Oleh karena itu, kita dapat simpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signikan untuk kinerja kecepatan kapal dan susut muatan menurut tipe kapal dan kargo yang hasil tests of between subjects eects, kita dapat simpulkan bahwa secara bersama-sama, kombinasi dari tipe kapal dan kargo yang diangkut berpengaruh signikan terhadap Warta Penelitian Perhubungan, Volume 29, Nomor 1, Januari-Juni 201752kecepatan kapal yang ditunjukkan dengan nilai F dengan signikansi tetapi keduanya tidak berpengaruh signikan terhadap susut muatan, sebagaimana ditunjukkan pada nilai F dengan signikansi penelitian dapat diterapkan sebagai masukan dalam pemeliharaan kapal setelah diketahui kinerja kapal. Kapal-kapal dengan kinerja kecepatan yang handal yaitu kapal tipe GP angkutan minyak mentah agar terus dipertahankan kinerjanya sementara kapal dengan kinerja kecepatan rendah yaitu kapal tipe MR angkutan minyak mentah agar dilakukan pemeliharaan saat dry-dock. Kapal-kapal dengan kinerja susut muatan yang sudah menenuhi standar agar dapat dipertahankan, sedangkan kapal-kapal dengan kinerja susut muatan diluar batas toleransi agar dilakukan review lebih lanjut terhadap pihak kapal dan pihak darat. Kinerja kapal yang handal berdampak positif pada kelancaran distribusi BBM dan pengangkutan minyak mentah yang menjadi tugas pokok memperhatikan banyaknya jenis kinerja kapal yang harus dikelola, maka perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk melihat signikansi pengaruh tipe kapal dan kargo yang diangkut terhadap kinerja-kinerja lainnya, yaitu kinerja keuangan, kinerja keselamatan, dan lain-lain. Selain itu, penelitian selanjutnya dapat dilakukan untuk menjelaskan lebih dalam pengaruh usia kapal terhadap kinerja operasional kapal, atau dapat pula dilakukan penelitian untuk melihat pengaruh rute kapal terhadap kinerja susut Terima KasihTerima kasih kepada manajemen dan staf PT Pertamina Persero khususnya unit bisnis Perkapalan yang telah membantu selama pengumpulan Pustaka[1] Pemerintah Republik Indonesia. 2008. Undang Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran. Jakarta ID Sekretariat Negara.[2] Kitab Undang-Undang Hukum Dagang KUHD.[3] Branch AE, Robarts M. 2014. Branch’s Element of Shipping, Ninth Edition. New York US Routledge.[4] [BIMCO] Baltic and International Maritime Council. 2015. The Shipping KPI Standard Copenhagen DM BIMCO.[5] Rencher AC. 2002. Methods of Multivariate Analysis. New York US John Wiley & Sons, Inc.[6] Jensen AK, Bergqvist RY, Hjelle HM, Lekakou MB. 2016. The Perception and Image of Shipping. WMU Journal of Maritime Aairs, 15141-78.[7] Chen KK, Chang CT, Lai CS. 2009. Service Quality Gaps of Business Customers in The Shipping Industry. Transportation Research Part E Logistics and Transportation Review, 451222–237.[8] Zeithaml VA, Parasuraman A, Berry LL. 1990. Delivering quality service Balancing customer perceptions and expectations. New York US Free Press.[9] Senarak C, Suthiwartnarueput K, Pornchaiwiseskul P. 2016. The Analysis of Garbage Management Tools Based on the Levels of Transactional Collaboration between Shipping Company and Seaport. Applied Environmental Research, 38259 – 75.[10] Al‐Aali A. 1995. Obstacles Facing Saudi Arabian Food and Chemical Exporters, International Journal of Commerce and Management, 5317-31. 53Perbandingan Kinerja Kapal-Kapal Tanker Angkutan BBM dan Minyak Mentah Menggunakan Multivariate Analysis of Variance Studi Kasus PT. Pertamina Persero, Catur Winarto, Budhi Hascaryo Iskandar, Yandra ArkemanTabel L2. Tests of between subjects eectsSumber Hasil analisis, 2016Tabel L1. Multivariate testsdSumber Hasil analisis, 2016Lampiran Warta Penelitian Perhubungan, Volume 29, Nomor 1, Januari-Juni 201754Halaman ini sengaja dikosongkan ... Medium fully refrigerated Midsize is a gas tanker vessel with a fullyrefrigerated system built for transporting liquid gas on low temperature and athmospheric tanker vessels have prismatic-shaped cargo compartements made of nickel steel, enabling the loading cargoes on temperature up to-48°C. Very Large Gas Carrier VLGC vessels have a loading capacity more than m 3 Winarto et al., 2017. This kind of vessels are equipped with reliquefaction system for handling cargoes during loading, voyaging, or unloading. ...Fitri SupraptiSusanto SusantoDeri HendrawanRetno AnggoroTransport of liquefied hydrocarbon gases and their derivatives methane, ethane, propane, butane, ethylene, propylene and other liquefied gases is done using gas carrier tankers. Large gas carriers are equipped with re-liquefaction system to handle cargo during the process of loading, voyaging, and unloading. A reliquefaction system is installed on gas carriers to handle the Boil off-gas BOG problem. Operation constraints Reliquefaction system operating the reliquefaction system include the compound characteristics, liquefaction unit operating conditions, and system performance. These issues also hinder the BOG liquefaction process. This research sought to investigate the whole operation process of the system. This case study was conducted by observing the objects directly on the MT. Chinagas Legend vessel whose main cargoes are LPG. In case studies, research is carried out by studying the phenomenon of case problems that occur directly on the object. The identified problems and its resolutions could add valueable information to science. The research results revealed that MT. Chinagas Legend had a reliquefaction system with 2-stage or 3-stage options. The former type was used for butane C4H10 cargoes and the latter was used for propane C3H8 cargoes. The common problem in the process of reliquefaction systems was the presence of contaminants carried with seawater and clogging the filters. A leak in the intake or discharge valve slowed down the reliquefaction process and rendered it ineffective. The problems can be overcome through periodic routine inspections on components that are directly in contact with sea water, such as sea water filters.... PT Crieta Logistics has several activities where each activity has a potential occupational accident hazard, one of which is the loading/unloading process where workers deal with various types of loads which may include chemicals or flammable substances which will increase the potential hazard if workers do not handle them in accordance with procedures. and the use of material handling tools that can increase the potential for work accident hazards if not used according to procedures [3]. ...... 2020 Ada beberapa jenis kapal antara lain kapal roro, feri, pesiar, kargo, bulk carrier, tongkang dan tanker. Kapal Tanker Winarto, Iskandar, & Arkeman, 2017 adalah kapal yang diperuntukan untuk mengangkut minyak atau produk turunannya. Jenis utama kapal tanker termasuk tanker minyak, kimia, dan pengangkut LNG Liquid Natural Gas ... Safuan DrTondi AlkadriTujuan dari jurnal ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis penipuan yang dilakukan oleh kapal dan pelabuhan yang “tidak bermoral” dan bagaimana PT XYZ mencegah penipuan tersebut saat mengirim kargo tanker. Metode penelitian yang digunakan penulis adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data yang didapat melalui observasi dan wawancara yang mendalam terhadap pihak-pihak yang terkait langsung dengan operasional di lapangan maupun manajamen. Data tersebut kemudian di analisis dan di konfirmasi kembali kepada pihak terkait agar didapat daya yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Hasil penelitian menemukan bahwa tindakan kecurangan yang sering dilakukan oleh awak kapal atau “oknum” Vessel Fraud adalah sebagai berikut; a. memanipulasi dokumen pengisian bahan bakar; b. mengurangi jumlah kargo yang diterima. Sementara itu, tindakan curang yang sering dilakukan oleh para pelabuhan “oknum” pelabuhan adalah sebagai berikut; a. bekerja sama dengan "oknum" kapal mengenai kegiatan bunkering; b. bekerja sama dengan "oknum" kapal mengenai pengurangan jumlah kargo. Untuk meminimalisir kecurangan yang ada, PT. XYZ menerapkan program sistem manajemen keamanan yang terdiri dari CCTV, Vessel Tracking, Sealing Access dan Online Reporting. Dengan adanya program ini terjadi penurunan jumlah tindakan fraud sebesar 90% jika dibandingkan dengan sebelum adanya program tersebut. Dengan menerapkan pengendalian internal melalui sistem manajemen keamanan yang efektif dan efisien serta ekonomis, perusahaan dapat lebih bersih dari penipuan dan lebih efisien. Keywords Kecurangan; Logistik; Security Management System; ShippingMarine garbage reception facilities can effectively prevent marine pollution when adequately implemented together with other management tools. This paper analyzes the garbage management policy based on transactions between shipping companies and the seaport. Multivariate analysis of variance MANOVA was used to scrutinize the influence of transactional collaboration independent variable on the different reasons for using GRF of the shipping firms dependent variable. The study indicates that the motivations of ship operators identified as laws and regulations, navigation limitations, partnerships, competitiveness and environmental consciousness, varies depending on frequency of transaction during the year. Management policies varied by ship operator. In addition, an over-optimistic perception of the state of the marine environment appears to prevail among shipping companies. Nevertheless, the majority of respondents reported concerns over the dangers of ship-generated garbage to the environment as well as marine wildlife. This study highlights the need for technical cooperation and greater exchange of knowledge among port authorities, shipping firms and other environmental related image of the shipping industry plays a vital role in developing maritime transport as a major future, sustainable transport alternative. In particular, it is crucial to understand the image the shipping industry has among young people and the anatomy of the concept in order to be able to effectively promote careers in shipping, to cultivate shipping as an attractive labour market, and to develop attractive educational programmes. The focus of this paper is the image of the shipping industry. This study reports on the findings of a large- scale survey of the image of shipping- and image-related concepts among upper secondary school pupils in Sweden, Norway and Greece. We define and analyse empirically by means of multivariate statistical analysis the anatomy of the image concept. We identify various image dimensions, estimate how young people rate the shipping industry along these dimensions and estimate their relative importance to young people who are planning their future careers. The results from this study can be used as a base for describing and explaining the images that young people have of the shipping industry. Such knowledge is fundamental for deriving and developing constructive strategies to promote careers in shipping, to adapt shipping to the expectations of young people and to develop creative and relevant educational programmes. Finally, understanding the image of shipping among young people is important not only for the shipping industry, but for other stakeholders as well, such as ship-owners associations, trade associations, labour unions, transport authorities and administrations and policy makers at the national and supra-national level. Abdulrahman Al-AaliThis study examined responses from 58 food and chemical exporters in Saudi Arabia. Managerial perceptions on 24 export obstacles that were derived from the literature are analyzed and reported. The single most important obstacle perceived by the sample exporters is fierce competition in foreign markets. Competition is followed by high cost of imported raw materials, absence of information about foreign markets, wide fluctuations in the foreign exchange rate, and high overseas transportation costs. The eight categories of the obstacles are market information, competition, shipping, government policy, foreign market risks, export procedures, production/marketing cost, and internal/technical problems. MANOVA analysis showed that chemical and food exporters are statistically different in their mean response to these obstacles. ANOVA pinpointed those variables that are different at the .05 level. They are risks involved in selling abroad, language and cultural differences, complex export procedures, lack of adequate export revenue insurance program, and absence of an export management and consulting company. Managerial and policy implications are discussed. Further, recommendations for tackling the top export obstacles are paper extends the gaps model of [Zeithaml, Parasuraman, A., Berry, L. 1990. Delivering Quality Service Balancing Customer Perceptions and Expectation. The Free Press, New York] from the service provider to the business customer side by examining two service quality SQ gaps. One is the SQ gap between types of business customers and the other is the SQ gap among employee statuses of business customers. Besides that, the five-factor SERVQUAL measure as the initial hypothesized model is also tested. The applicability of SERVQUAL to measuring the perceived SQ of customers in the shipping industry of Taiwan is rejected empirically. The existence of the two hypothesized gaps is verified by the method of Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2008 tentang PelayaranPemerintah Republik IndonesiaPemerintah Republik Indonesia. 2008. Undang Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran. Jakarta ID Sekretariat Element of Shipping, Ninth EditionA E BranchM RobartsBranch AE, Robarts M. 2014. Branch's Element of Shipping, Ninth Edition. New York US Routledge.
Transportasi adalah perpindahan manusia, hewan dan barang dari satu lokasi ke lokasi lain. Alat transportasi pertama manusia tentu tubuh yakni kaki yang dapat digunakan untuk berjalan, berlari, dan bantuan tangan untuk berenang secara efektif. Domestikasi hewan memperkenalkan cara baru untuk meletakkan beban transportasi pada makhluk yang lebih kuat, atau manusia yang menunggangi hewan untuk mendapatkan kecepatan dan durasi transportasi yang lebih baik. Penemuan seperti roda dan kereta luncur membantu membuat transportasi hewan lebih efisien melalui pengenalan kendaraan. Sekarang ini alat transportasi mengalami banyak pembaruan, lebih beragam dan memiliki karakteristik tertentu sehingga dapat dioptimalkan fungsinya. Pengertian Transportasi Air adalah proses pemindahan mahluk hidup ataupun barang melalui media perairan baik menggunakan alat transportasi ataupun tidak. Transportasi air merupakan cara termurah untuk mengangkut barang-barang besar dalam jarak yang cukup jauh. Moda transportasi ini terutama digunakan untuk pengangkutan mahluk hidup, barang-barang dengan ukuran besar seperti kargo. Sejarah Transportasi Air Transportasi air dapat dilakukan baik di sepanjang sungai dan kanal pedalaman atau melintasi lautan. Perbedaan ini relevan karena kedua jenis memiliki latar belakang yang berbeda dan kepentingan yang berbeda. Sungai, jika dapat dilayari secara alami, selalu digunakan untuk transportasi selama bertahun-tahun yang lalu, tetapi hanya selama dua ratus tahun terakhir kanal-kanal telah dibangun secara khusus dalam skala besar walaupun Mesir dan Cina memiliki kanal yang berusia lebih dari 2000 tahun . Inggris mempelopori transportasi air pedalaman tetapi sekarang tidak banyak digunakan, antara lain karena sempitnya dan pendeknya kanal-kanalnya. Sampai pertengahan abad terakhir, transportasi laut hampir seluruhnya bergantung pada kapal layar, dan akibatnya perjalanan menjadi lambat dan memakan banyak sumber daya. Kapal juga tidak canggih dan hanya dapat dibagi menjadi dua kelompok kapal perang dan pedagang. Banyak yang telah berubah sejak saat itu. Ada banyak kapal bertenaga batubara, kemudian muncul kapal bertenaga minyak yang saat ini juga populer digunakan dan kapal menjadi lebih khusus fungsinya. Sekarang ini ada banyak jenis kapal berdasarkan fungsinya selain kapal untuk penumpang, pelayaran niaga sekarang terdiri dari kapal kargo termasuk kapal kontainer dan kapal tanker. Ukuran juga telah meningkat terutama untuk kapal tanker minyak yang saat ini mampu membawa bobot sebanyak ton. Perkembangan Transportasi Air 1. Transportasi Air Kuno Tradisional Kapal dan perahu sama tuanya dengan keinginan manusia untuk melakukan perjalanan melintasi air, dan untuk memancing, oleh karena itu transportasi air sudah ada sejak zaman dahulu kala. Perahu memiliki ukurang yang lebih kecil dari kapal. Perahu dapat dijalankan dengan menggunakan tenaga manusia, hewan atau mesin. Ada berbagai cara untuk mendorong kapal dan perahu. Beberapa digerakkan ke depan atau didorong dengan mendayung dengan papan dayung dan dikemudikan dengan tiang pengatur. Kapal lain mungkin memiliki layar, sehingga memanfaatkan untuk menggerakan kapal ke depan dan ke arah tertentu. Jenis perahu pertama yang paling sederhana dibuat dengan melubangi batang pohon. Jenis lain dari perahu primitif seperti coracle merupakan perahu berbentuk bulat yang terbuat dari sekeranjang cabang atau ranting dan kemudian ditutup dengan kulit binatang atau kain yang dilapisi tar. Selanjutnya selama berabad-abad, perahu layar adalah jenis transportasi air utama untuk perjalanan laut. Pada awalnya, perjalanan laut dimanfaatkan untuk mencari ikan atau perjalanan antar pulau yang tidak begitu jauh. Ketika orang-orang mulai menjelajahi laut lebih jauh, maka perahu layar dimodifikasi menjadi lebih besar. Misalnya, Kapal Jung Cina sudah ada selama ribuan tahun jauh sebelum bangsa Eropa memulai penjelajahan pada sekitar abad ke-15. Bangsa Cina pada saat itu telah mengembangkan kapal-kapal jung besar yang digunakan untuk menjelajahi sudut-sudut terjauh planet ini. Orang Yunani dan Romawi menggunakan kapal layar besar untuk melakukan perjalanan di laut juga, terutama Laut Mediterania. Di sebagian besar dunia, beberapa jenis kapal layar dikembangkan, dan semua kapal yang berbeda ini memiliki karakteristiknya sendiri. Salah satunya adalah dhow, yang berasal dari Laut Arab dan kemudian dibawa ke Afrika. Umumnya, kapal tradisional memanfaatkan alam seperti arus air, angin, tenaga manusia ataupun hewan untuk menjalankan kapal. 2. Transportasi Air Modern Walaupun sudah muncul banyak jenis transportasi modern yang bisa digunakan, tapi tidak semua orang memiliki kebutuhan untuk menggunakan kapal modern. Banyak jenis kapal primitif dan tradisional masih digunakan sampai sekarang karena efektif dan lebih murah pembuatan dan perawatannya. Di beberapa negara seperti Indonesia, Vietnam, Filipina dll, nelayan kecil menggunakan perahu dayung kecil untuk melaut mencari ikan. Di beberapa bagian Afrika orang masih menggunakan dhow untuk menyeberangi laguna, danau atau sungai. Perahu Kano, kayak, dan perahu dengan layar kecil sering digunakan untuk olahraga dan rekreasi. Pada abad ke-19, kapal uap ditemukan. Kapal-kapal jenis ini menggunakan mesin uap sebagai pengganti layar. Batubara dan kayu digunakan untuk bahan bakar membuat uap. Saat ini, kapal menggunakan mesin minyak bumi. Bahkan untuk kapal yang lebih modern, seperti kebutuhan militer yaitu kapal selam menggunakan tenaga nuklir. Ada juga banyak jenis perahu dan kapal yang sangat modern. Motorboats di negara maju sering digunakan di bendungan, sungai dan bahkan laut. Kapal selam melakukan perjalanan di bawah laut dan digunakan oleh tentara hampir di seluruh dunia. Kapal induk tidak hanya untuk membawa pesawat militer, tetapi juga memiliki cukup ruang untuk lepas landas dan mendarat. Kapal tanker dapat membawa minyak dalam jumlah besar dengan melintasi laut. Saat ini Kapal juga digunakan untuk mengangkut jenis kargo dan lainnya ke negara lain. Kapal membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai tujuan di luar negeri daripada melalui perjalanan pesawat tetapi jauh lebih murah. Meskipun Transportasi Udara sekarang lebih populer untuk bepergian ke luar negeri, kapal liburan dapat membawa penumpang melintasi laut dan memberikan pengalaman yang berbeda. Kapal-kapal ini bisa sebesar bangunan hotel, termasuk kolam renang, tempat hiburan, teater, dan toko. Macam Jenis Transportasi Air 1. Transportasi Air Darat Transportasi air pedalaman adalah sistem transportasi melalui media sungai, danau, dan kanal buatan yang dapat dilayari. Banyak sungai besar di berbagai belahan dunia yang digunakan oleh kapal untuk transportasi. Ada juga danau yang digunakan untuk media transportasi yang efektif contohnya di Indonesia seperti Danau Toba. Contoh sungai Indonesia yang digunakan untuk transportasi air yaitu Sungai Kapuas, Sungai Mahakam, Sungai Barito di kalimantan, Sungai Batanghari, Sungai Musi, Sungai Indragiri di Sumatera, Sungai Mamberamo, Sungai Digul di papua, dan masih banyak lagi. Contoh sungai utama dunia di mana transportasi air pedalaman penting yaitu Sungai Rhine dan Dambe di Eropa, Zaire di Afrika, Nil di Afrika, Niger di Nigeria, St Lawrence di Kanada, Mississippi di AS dll. Kanal sebagian besar dibangun untuk menghubungkan dua Laut atau Samudra yang dapat dilayari. Misalnya, Terusan Suez yang menghubungkan Laut Merah dan Laut Mediterania serta Terusan Panama yang menghubungkan Samudra Atlantik dengan Samudra Pasifik. 2. Laut Perairan Samudra menjadi jalan bagi perdagangan dunia, sebagian merupakan barang yang dikirim melewati air laut dari satu negara ke negara lain dengan biaya yang lebih murah dari transportasi lainnya. Contoh Transportasi Air Terdapat banyak contoh alat transportasi air yang dapat digunakan baik yang kuno tradisional hingga yang modern. Moda transportasi tersebut juga bisa dibedakan berdasarkan penggunaannya baik di sungai, kanal, danau, hilir, hulu, rawa, laut dan samudra. 1. Rakit a. Rakit Kayu & Bambu Alat transportasi yang paling mudah untuk dibuat yaitu rakit. Rakit dapat dibuat menggunakan kumpulan ranting batang pohon, bambu, dan tali pengikat. Alat transportasi air jenis ini sudah banyak digunakan mulai dahulu kala baik untuk memancing ataupun mengangkut barang pada sungai atau danau dengan arus air yang tidak begitu kuat. b. Raft Boats Perahu Karet Raft yang dalam bahasa Indonesia disebut rakit, intinya sama seperti rakit kayu atau bambu, hanya saja bahan pembuatannya yang berbeda. Biasa digunakan di sungai untuk kegiatan outdoor Arung jeram, selain itu perahu jenis ini juga digunakan untuk aktifitas penyelamatan di area perairan. 2. Sampan Canoe Sampan merupakan perahu ringan yang ujungnya runcing dan digerakkan oleh satu dayung atau lebih. a. Sampan Kayu Sampan tradisional umumnya terbuat dari terbuat dari kayu, yang disusun sedemikian rupa sehingga berfungsi dan mengambang dengan baik di perairan. b. Kayak Umumnya saat ini banyak tersedia dan terbuat menggunakan bahan Polietilena, walaupun demikian kayak jenis lain juga terbuat dari bahan berbeda. 3. Perahu a. Perahu Dayung dan Mesin Perahu banyak digunakan di Indonesia untuk berbagai keperluan seperti transportasi manusia dan juga pengangkutan barang. Perahu yang memiliki ukuran kecil bisa menggunakan dayung manual untuk menjalankannya. Sementara perahu dengan ukuran yang besar dan muatan yang lebih berat mengandalkan mesin berbahan bakar bensin untuk menjalankannya. b. Perahu Layar Perahu layar merupakan jenis transportasi air yang digunakan pada perairan laut dan samudra. Transportasi laut ini memanfaatkan angin untuk menggerakan kapal melaju ke arah yang dituju. Walaupun demikian versi modern dari perahu layar seperti Yatch juga dimodifikasi dengan penambahan mesin dalam menggerakannya. 4. Kapal a. Kapal Kargo Kapal kontainer yang juga disebut peti kemas merupakan jenis kapal yang difungsikan untuk mengangkat muatan yang berat dan berjumlah banyak. Umumnya dimanfaatkan untuk mengantar barang perdagangan internasional antar negara. b. Kapal Tanker Kapal Tanker hamipr sama dengan funsgi kargo yaitu mengangkat muatan berat, yang berbeda yaitu materi yang dimuat. Pada kapal tanker biasanya mengangkut materi cair, contohnya seperti hasil penambangan minyak di laut untuk diantarkan ke daratan. c. Kapal Pesiar Kapal yang memiliki ukuran besar tidak kalah dengan kapal kargo dan tanker. Kapal ini memiliki ukuran yang besar seperti bangunan hotel dan semua fasilitas yang ada. Difungsikan untuk tujuan rekreasi liburan yang akan menambah pengalaman penumpang merasakan hotel diatas lautan dengan menawarkan berbagai hiburan yang ada. 5. Transportasi Air Khusus a. Jet Ski Jika di daratan kita biasa berjalan jalan menggunakan speda motor, di perairan kita juga bisa melakukannya dengan Jet Ski. Teknologi yang semakin berkembang memberikan inovasi baru seperti produk Jet Ski ini. Stir yang menggunakan stang ini akan membuat terasa seperti menggunakan sepeda motor di perairan. b. Speed Boat Race & Sport Biasanya dimanfaatkan kecepatannya untuk hiburan seperti balapan. Ada banyak varian untuk boat jenis ini, biak yang hanya digunakan untuk hiburan di pantai saja hingga boat yang digunakan untuk pembalap profesional. c. Kapal Selam Saat ini kapal selam tidak hanya tersedia untuk militer saja. Ada juga kapal selam mini yang digunakan oleh para peneliti untuk mempelajari apa yang ada di bawah laut. d. Amphibious Aircraft Pesawat Air Sebenarnya jenis ini termasuk Transportasi Udara, tapi karena fungsinya yang unik yakni bisa mendarat dan berjalan di air maka tentu juga bisa termasuk dalam transportasi air juga. Selain model pesawat juga ada helikopter dengan tipe yang mampu mendarat diperairan. Kelebihan Transportasi Air 1. Ekonomis Sungai merupakan jalan alami yang tidak memerlukan bangunan serta pemeliharaan sebagaimana jalan raya aspal di darat. Selain itu, biaya operasional transportasi air juga terbilang murah. Untuk membuat sungai menjadi jalur transportasi yang layak akan lebih baik jika dibuatkan kanal. Kendaraan air ini merupakan metode transit yang paling murah untuk mengangkut produk antar lokasi. Dengan biaya operasi minimal, menjadikan transportasi air merupakan mode perjalanan termurah untuk melintasi jarak yang jauh. 2. Kapasitas Penyimpanan Besar Kapal merupakan moda transportasi yang memiliki kapasitas lebih tinggi untuk mengangkut barang dalam jumlah yang lebih besar. Terutama benar jika dibandingkan dengan moda perjalanan lain seperti kereta api, truk, atau pesawat terbang. Transportasi air memungkinkan pengangkutan barang besar dan berat dengan biaya rendah. 3. Moda Transportasi Aman Cuaca menunda keberangkatan atau kedatangan pesawat dalam jumlah yang lebih besar, sementara kapal dapat beroperasi lebih mudah dalam situasi yang lebih kompleks atau tidak dapat diprediksi karena daya tahan, resistensi, dan ketergantungannya. 4. Peningkatan Keragaman Produk dan Material yang Dapat Diangkut Dianggap sebagai salah satu fitur keunggulan transportasi air yang paling menonjol, kita dapat mengamati bagaimana bedanya dengan transportasi udara di mana, dalam beberapa kasus, kargo berbahaya atau cair tidak diizinkan. Kemampuan transportasi air untuk mengangkut semua jenis material menjadikan transportasi jenis ini satu-satunya pilihan dalam hal mengangkut muatan contohnya seperti minyak, cairan, dan barang-barang berbahaya yang tidak dapat diangkut oleh pesawat terbang. Jika transportasi darat mampu mengangkat muatan seperti itu, tapi tentu tidak dapat mengangkutnya dalam jumlah yang lebih besar dan melalui transportasi antarbenua. 5. Ramah lingkungan Meskipun menghasilkan polusi yang sangat sedikit, kebocoran minyak dari tangki tampaknya menjadi masalah utama dengan metode transportasi ini. Jika kita menginginkan dunia hijau dengan emisi CO2 paling sedikit, transportasi air akan menang karena biasanya memiliki jejak karbon yang lebih rendah. Tentu ada pengecualian jika tumpahan minyak yang diangkut juga termasuk dalam perbandingan terkait masalah ramah lingkungan. Kekurangan Transportasi Air 1. Lambat dan Memakan Waktu Transportasi air dikatakan merupakan jenis transportasi yang sangat kurang efisien. Baik melakukan transportasi biasa ataupun mengangkut barang bisa membutuhkan waktu yang lama. Selain itu, jalurnya terkadang juga bisa berliku-liku, tergantung pada wilayah yang dilewati. Elemen ini juga harus dipertimbangkan saat memprediksi tanggal pengiriman, karena waktu yang dibutuhkan – terutama untuk jarak yang jauh – seringkali lebih dari yang diperlukan untuk transportasi darat atau langit. Transportasi air sangat lamban, sehingga tidak cocok untuk situasi di mana kecepatan sangat penting. 2. Aksesibilitas Pelabuhan Dalam kasus tertentu, pelabuhan tidak cocok untuk menerima kapal kargo, sehingga menimbulkan kesulitan logistik selama pendaratan. Semua kapal membutuhkan pelabuhan dan infrastruktur yang sesuai dengan kebutuhan dan ukurannya; namun, di negara-negara tertentu, jenis fasilitas ini tidak ada, sehingga pengiriman bisa tertunda. 3. Tidak Sesuai Untuk Barang Mudah Rusak Transportasi air tidak efisien untuk mengirimkan produk yang mudah rusak karena kondisi perairan yang mungkin tidak stabil dan lamanya waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan. 4. Pembangunan dan Perawatan Kanal Kanal mahal untuk dibangun, dirawat, dikeruk, dan juga perlu mengikuti rute yang tidak fleksibel dan memutar. Pasokan air yang memadai mungkin sulit untuk dipertahankan saat musim panas di sungai kecil dan ukuran yang terbatas mungkin terlalu kurang untuk dilalui oleh kapal besar modern.
kelebihan dan kekurangan kapal tanker